Saturday, 21 March 2015

Lebih Sehat dengan Lebih Happy tanpa Stress

By: Strawberry Girl

Dengan makin tingginya load aktivitas dan ketatnya deadline yang ada, stres kini sudah menjadi hal yang makin umum menimpa para wanita urban. Apakah dirimu pun demikian, Yogurtarian? Berdasarkan survey yang pernah dilakukan pada para wanita yang tinggal di perkotaan, setidaknya perasaan tertekan karena deadline kerja yang ketat, merasa terancam karena adanya ketidakpastian, dan ketidaknyamanan di lingkungan kantor menjadi beberapa hal utama yang paling sering menyebabkan stres.

 

Nah, agar dirimu bisa tetap nyaman menghadapi semua deadline tanpa stres berlebihan, yuk terapkan manajemen stres berikut:

 

Jadilah Lebih Terencana

Seperti yang telah disinggung di atas, ketidakpastian termasuk salah satu faktor yang paling sering menimbulkan stres pada perempuan. Karenanya, meminimalisir faktor-faktor hadirnya ketidakpastian bisa jadi salah satu cara terbaik untuk menurunkan risiko stres.

Terkait hal ini, ada banyak cara yang bisa dicoba, Yogurtarian. Menjadi pribadi yang lebih terencana misalnya. Dengan merencanakan hal-hal yang akan dilakukan, peluang hadirnya ketidakpastian pun akan semakin kecil.

Pastikan Dirimu Paham Betul Apa yang Harus Dikerjakan

Kekurangpahaman akan tugas dan apa yang harus dikerjakan kerap jadi faktor selanjutnya. Karenanya, pastikan dirimu sudah benar-benar paham terlebih dulu apa yang harus dikerjakan sebelum akhirnya menerima sebuah proyek.

Bertanya sebelum memulai jelas lebih baik daripada nantinya harus revisi berkali-kali dan membuat dirimu merasa kian terbebani kan?

Delegasikan sebagian Beban Kerja pada Rekanan

Beban kerja disertai deadline yang tidak proporsional juga akan memicu rasa tertekan pada dirimu. Untuk itu, jika memang load-mu sudah tinggi, tak ada salahnya kan mendelegasikan sebagian proyek yang tengah dirimu kerjakan ke rekanmu?

Mampu multitasking memang bagus sih. Namun, ini tentu akan membuatmu merasa tertekan kala deadline-nya mepet kan?

Sempatkan Break dan Rileks

Sebanyak apapun tugasmu, jangan biarkan otakmu terus-menerus hanya dijejali tugas, tugas, dan tugas. Meski sejenak, selalu sempatkan rileks dan pastikan momen singkat ini benar-benar berkualitas. Tarik nafas dalam-dalam dan sugestilah dirimu bahwa semuanya akan baik-baik saja dan bisa selesai dengan baik pada saatnya nanti.