Salad, Siasat agar Sayur Sehat Terasa Lezat..
Dewasa ini, kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat semakin meningkat. Makanan menyehatkan seperti sayur dan buah pun semakin diminati. Akan tetapi, pola makan yang menyehatkan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita yang tidak menyukai sayur dan buah. Seringkali saat kecil, kita menolak suapan sayur-sayuran dari Ibu kita, dan akhirnya kebiasaan ini berlanjut hingga dewasa sehingga sayuran menjadi menu makanan yang kita hindari. Untuk menghadapi kebiasaan ini, salad hadir menjadi pilihan tepat dalam mengkonsumsi sayuran yang sehat.
Istilah ‘salad’ berasal dari Perancis salade yang berarti asin (salt dalam Inggris, dan salata dalam Latin). Mengapa salad identic dengan garam? Karena konon, sejak dua ribu tahun lalu, Bangsa Roma terkenal suka memakan aneka sayuran yang dicampur dengan ‘Saus Babilonia’ dengan dressing air garam, minyak asin, dan cuka. Hidangan ini lah yang menjadi awal dari salad. Akan tetapi, yang membuat salad mendunia ialah penggunaan salad bar sebagai menu di restoran yang pertama kali muncul di Amerika pada tahun 1976.
Salad kemudian digemari karena mampu mnejadi hidangan yang menyajikan sayuran dengan rasa yang lebih lezat, dan tentu saja sehat. Salad menjadi komponen utama dalam menu diet sehat karena sayuran, sebagai bahan dasar salad, merupakan sumber serat yang utama. Menurut Barbara Rolls PhD, dalam bukunya yang berjudul The Volumetrics Eating Plan, mengonsumsi lebih banyak serat dapat membuat Anda merasa kenyang dan mampu mencegah kebiasaan makan berlebih. Di samping itu, tentu sudah jamak diketahui, bahwa sayuran dan buah adalah sumber yang kaya bagi nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin dan mineral.

Di dalam sayuran dan buah yang disajikan dalam sepiring salad terdapat kandungan antioksidan yang mampu mencegah radikal bebas dan menurunkan risiko penyakit kanker, bahkan untuk mereka yang biasa merokok dan mengonsumsi alkohol. Salad juga dapat dikonsumsi secara bervariasi sehingga dapat menghindari rasa bosan, seperti mencampur antara buah dan sayuran, menjadikan salad sebagai isi sandwich dengan roti atau telur, serta menambahkan mayonese atau minyak zaitun. Khusus untuk minyak zaitun, tambahan minyak zaitun pada sayuran mentah dalam salad diklaim oleh World Health Statistic WHO dapat memperpanjang usia harapan hidup.
Waktu dan porsi terbaik untuk mengkonsumsi salad ialah satu porsi untuk selingan makan siang atau malam. Satu porsi setiap hari ini cukup untuk memeuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Konsumsi rutin buah dan sayur dalam salad juga penting untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit. Hasil penelitian yang dimuat dalam American Journal of Public Health menyatakan bahwa buah dan sayur yang dikonsumsi secara rutin dapat membawa perubahan pada warna kulit sehingga terlihat lebih sehat dan cerah dalam beberapa minggu.
Untuk konsumsi rutin, apabila kita tidak sempat menyiapkan potongan sayur dan buah sehari-harinya, saat ini tersedia salad segar dalam kemasan yang dapat dibeli dengan mudah dan lebih praktis untuk dikonsumsi. Pilih salad dengan sayuran yang segar dan tidak menggunakan terlalu banyak campuran berlemak. Akan lebih baik lagi apabila kita bisa memilih salad yang menggunakan dressing tanpa mayonaise, sehingga kandungan lemak bisa dihilangkan. Yo Salad dari Heavenly Blush adalah salah satu pilihan tepat. Salad di Heavenly Blush menggunakan yogurt dressing, tanpa mayonaise sehingga lebih rendah lemaknya. Sayang kalau sudah ingin sehat makan sayur tetapi dimakan bersama mayonaise yang berlemak tinggi. So, make sure we bring salad as our lunch or take it home as dinner!











Pingback: Siasat agar Sayur Sehat Terasa Lezat | Berbagi Ilmu